KIMDEPOK - Kota Depok merupakan wilayah yang dianugerahi dengan multietnis, suku, dan agama. Keberagaman ini membuat Kota Depok bisa dibilang merupakan miniatur Indonesia.
Karena itu, dibutuhkan sikap toleransi dan tenggang rasa dari seluruh masyarakat Depok, sehingga terjaga kerukunan dan keberagaman antarumat.
“Jangan sampai nantinya dengan keberagaman ini membuat kita terkotak-kotak. Jadikan keberagaman menjadi pemersatu bangsa. Dengan banyak warna membuat Depok akan semakin indah,” tutur Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna saat menghadiri Perayaan Keberagaman Beragama di Hall Pesona Khayangan, Sabtu (17/3).
Pradi menjelaskan, kebersamaan dalam keberagaman adalah salah satu pondasi menjaga keutuhan bangsa dan negara. Karenanya hal tersebut perlu dijaga dan dilestarikan di tengah beragamnya suku bangsa, agama, dan adat istiadat di Kota Depok.
“Kota Depok saat ini telah dikenal sebagai kota yang nyaman, aman, dan tentram. Hal ini tentunya dapat dijadikan contoh bagi daerah lain dalam mempertahankan perbedaan maupun keheterogenan di masyarakat,” tandasnya.
Kemajemukan agama, katanya lagi, bukan slogan namun sudah menjadi tatanan secara bersama di Kota Depok. Warga Depok dengan latar belakang yang berbeda bisa memberikan kontribusi positif dalam pembangunan di kota ini.
“Jadi, yang menjadi insinyur sipil, dokter, pengusaha, pendidik, dan profesi lainnya ketika ini dipadukan akan memberikan kontribusi dalam pembangunan,” terangnya, didampingi Hendrik Tangke Allo selaku Ketua DPRD Kota Depok.
Kota Depok, diakui Pradi, memiliki program pembangunan sesuai RPJMD 2016-2021. Pembangunan ini dimusrenbangkan dari tingkat kelurahan dengan mendapatkan masukan atau usulan dari warga.
Selanjutnya penajaman musrenbang dilakukan di kecamatan, dan tingkat kota, termasuk pokok-pokok pikiran para legislatif, hasilnya pada 2019 akan diwujudkan.
“Jadi, usulan pembangunan ini diawali dari warga, namun tidak keluar dari RPJMD,” tandasnya.
Terpisah, mengantisipasi dan mencegah tindak kekerasan terhadap tokoh agama di wilayah Kota Depok, jajaran Kodim 0508/Depok melakukan silaturahmi keliling.
“Kegiatan ini ajang silaturahmi, kebersamaan, dan menjaga kekompakan bersama antartokoh agama, ulama, dan masyarakat di Kota Depok, ” ungkap Dandim 0508/Depok Letkol. Inf. Iskandarmanto didampingi Danramil Pancoran Mas Kapten Inf. Kholid saat silaturahmi ke Gereja Santa Paulus di Jalan Melati, Depok, Jumat (16/3).
Kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan dan sinergitas mempererat hubungan kerukunan antar umat beragama.
“Dengan silaturahmi akan terwujud situasi yang harmonis aman dan nyaman,” ujarnya.
Termasuk menyikapi banyaknya berita hoax terkait ancaman kekerasan terhadap tokoh agama di Kota Depok. Karena diduga ada kelompok-kelompok yang sengaja ingin membenturkan permasalahan itu di wilayah Depok, yang selama ini aman dan tentram.
“Kita jangan mudah terprovokasi terhadap berita yang sifatnya memecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa, ” imbuhnya.
Sementara itu, Pastor Gereja Santa Paulus, Romo Gories mengaku senang dan berterima kasih dikunjungi Dandim Depok. Dia berharap Kodim Depok dapat bersinergi dengan umat beragama di Kota Depok, sehingga tercipta kondisi aman, nyaman, dan kondusif.
“Kami akan sampaikan kepada umat tentang pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Kita akan selalu berkoordinasi dengan instansi terkait dalam kegiatan ibadah keagamaan,” ujarnya.

Komentar
Posting Komentar