Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K)
cukup serius dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot)
Depok. Melalu inovasi tersebut, Dinkes Pemkot Depok meminta
puskesmas-puskesmas menerapkan P4K yang cukup efektif menekan angka
kematian ibu dan bayi sejak 2016.
“Pada
2015 sebelum adanya inovasi P4K, Kecamatan Cipayung paling tinggi
menyumbang angka kematian ibu dan bayi hingga lima kasus, dari 12 kasus
yang terjadi di Kota Depok. Setelah adanya program P4K, pada tahun 2016
hampir tidak ditemukan kasus kematian tersebut,” ujar Kepala Puskesmas
Cipayung Nur Afiyah, Minggu (21/01).
Diutarakan
Nur, kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan kader kesehatan yang ada
di masing-masing kelurahan di Cipayung. Selain itu, pencanangan juga
dilakukan bersama dengan Camat Cipayung, lurah, Koramil serta unsur
lainnya.
“Kita bersinergi
melakukan penempelan stiker P4K ke rumah yang terdapat ibu hamil. Isi
stiker tersebut ada data ibu hamil seperti, nama ibu, kapan persalinan,
risiko apa, serta nama pendonor jika terjadi pendarahan,” jelasnya.
Untuk
sasaran, lanjutnya, pihaknya menargetan 1.000 stiker setiap tahunnya.
Namun untuk 2016 dan 2017 hanya ratusan stiker yang terpakai dan yang
mendominasi adalah warga dari Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter).
“Dalam
pelaksanaan P4K, setelah kader menempel stiker, ibu hamil akan
dikenalkan mengenai kasus kematian pada ibu dan bayi. Kader juga akan
melakukan pemantauan terhadap ibu hamil, penyuluhan terkait makanan yang
harus dikonsumsi ibu hamil, serta pemberitahuan mengenai tablet
penambah darah. Mudah-mudahan dengan upaya ini, dapat mencegah serta
menekan angka kematian ibu dan bayi,” pungkas Nur.

Komentar
Posting Komentar