Jokowi Minta UIII Segera Dibangun



Dalam rangka membahas rencana pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kota Depok, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas mengenai pendirian UIII, kemadin.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Moeldoko, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menristekdikti M. Nasir, Menlu Retno Marsudi, dan Menkominfo Rudiantara di Istana Negara. 

Turut serta dalam rapat Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna selaku tuan rumah berdirinya universitas Islam tersebut. 

Para kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap pembangunan UIII ini bisa segera dilaksanakan. Ini dikarenakan pembangunan UIII dinilai bersifat penting.

"Kita ingin UIII bisa segera dibangun dan segera selesai proses pembangunannya. Peraturan Presiden (Perpres) pembangunan UIII sudah ditandatangani lebih dari satu tahun lalu. Melalui rapat ini, kami ingin mengetahui progres perkembangan pembangunannya," tuturnya seperti pers rilis yang didapat Metro Depok.

Ia juga menuturkan, meskipun sudah banyak universitas Islam di Indonesia, tapi pembangunan UIII bukan hanya untuk kepentingan dalam negeri. Melainkan juga UIII ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat Internasional. 

UIII ini rencananya akan dibangun dengan anggaran kurang lebih sebesar Rp3,9 triliun. Ada yang dari APBN, ada yang dari hibah dari negara-negara lain. Nantinya, UIII akan menonjolkan pengajaran terhadap peradaban dan Ilmu Islam yang berkembang di Indonesia. Sebab, hal itu dianggap baik oleh negara-negara tetangga.

Jokowi juga menyebut, dirinya mendapatkan masukan dari sejumlah pemimpin negara Islam di Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengenai pentingnya pembangunan UIII. Universitas tersebut dapat dijadikan arena pertukaran pelajar. 

Pesan tersebut disampaikan oleh Sekjen Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Dr. Yusuf bin Ahmed Al Othaimeen, beberapa pemimpin di Timur Tengah, dan juga Presiden Mahmoud Abbas dari Palestina mengenai generasi muda Indonesia yang dikirimkan untuk sekolah di Negara-negara Timur Tengah.

“Menurut beliau-beliau sebaiknya belajar ekonomi, perdagangan, atau perminyakan. Mereka menyampaikan hal tersebut. Sebaliknya, generasi muda Timur Tengah yang ingin belajar ke Indonesia itu sebaiknya belajar mengenai Islam," kata Jokowi. 

Sementara itu, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna mengaku kalau rapat tersebut adalah rapat internal dan tertutup. Rapat tersebut pada intinya membahas perkembangan pembangunan UIII di Depok. Bukan itu saja, dalam rapat di Istana Merdeka ini juga membahas keberadaan Rumah Cimanggis yang merupakan salah satu situs bersejarah yang ada di Kota Depok.

"Benar, rapat ini membahas terkait pembangunan UIII di Depok. Rapat ini juga membahas keberadaan Rumah Cimanggis," kata Pradi.

Komentar