Anggota DPRD mendorong Pemkot Depok melakukan terobosan untuk bangkitnya koperasi di kota ini.
Pasalnya, dari 627 koperasi yang terdata di Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Depok baru sekitar 20 persen yang melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT)
Wakil Rakyat dari angggota Komisi B Zeni Faizah mengatakan bahwa sekarang ini sebanyak 600 lebih koperasi hanya sebagian kecil yang melaksankaan RAT. Padahal, kegiatan rapat anggota tahunan tersebut merupakan forum tertinggi yang diketahui anggotanya dalam kegiatan usaha yang dilakukan setahun belakangan.
“Jadi, RAT yang dilakukan oleh koperasi di Kota Depok baru 20 persen saja, selebihnya belum diketahui,” kata Zeni, Jum’at (19/01), usai mengikuti kegiatan Rakerda Koperasi yang diselenggarakan Dekopinda di Balatkop, Jalan Bahagia, Depok Timur.
Lebih lanjut dikatakan, dengan minimnya jumlah koperasi yang melakukan RAT, mendorong pihaknya kepada pemerintah setempat melakukan terobosan, seperti melakukan pelatihan, maupun kegiatan pembinaan agar koperasi tersebut bisa bangkit di tengah masyarakat.
Sebab, lanjut dia, bantuan untuk pelatihan dan pembinaan tahun lalu yang digulirkan sebesar Rp3 miliar yang diperuntukkan kelembagaan koperasi, dan bantuan ini akan dievaluasi kembali apakah sudah memenuhi atau belum. “Jika belum memenuhi kemungkinan bisa ditambah, tapi harus dievaluasi dulu,” tandas politisi dari PKS.
Menjawab bantuan permodalan bagi anggota koperasi, dikatakannya, selama ini bantuan kepada koperasi dalam bentuk permodalan usaha belum dilakukan, namun jika memang hal itu memungkinkan pihaknya akan mengakomodir untuk membantu anggaran permodalan.
Kegiatan Rakerda dihadiri, antara lain Usep Sumarno selaku Wakil Dekopinda Provinsi Jawa Barat, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Mohamamad Fitriawan, Teguh Rajitno selaku Ketua Dekopinda Kota Depok.

Komentar
Posting Komentar