Kinerja Guru dan Kasek Dinilai






KIMDEPOK - Tim asesor Dinas Pendidikan Kota Depok melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah dasar di wilayah Kecamatan Bojongsari. Kegiatan itu dilakukan  untuk melakukan pengamatan lapangan, verifikasi data pendukung serta pendalaman hal-hal khusus yang berkaitan dengan komponen dan aspek akreditasi.

Sekolah Dasar yang dikunjungi, di antaranya, SDN Pondok Petir 02, SDN Serua 02, Pondok Petir 03 dan SDN Curug 03.

Baharudin selaku tim asesor disela-sela visitasi ke SDN Pondok Petir 02 di Kampung Serua Bulak, Kelurahan Pondok Petir mengatakan, visitasi yang dilakukan ke sekolah dasar di wilayah Kota Depok  merupakan program rutin untuk melakukan penilaian yang ada di sekolah dasar tersebut.

Penilaiannya, ditambahkan, terdapat enam komponen, dan itu harus sesuai dengan yang sudah dipaparkan oleh masing-masing sekolah jauh sebelum dilakukan kunjungan tim asesor. “Jadi, visitasi untuk mengetahui secara real keberadaan sekolah seperti yang sudah dipaparkan masing-masing sekolah tersebut,” ujarnya, kemarin.

Kepala SDN Pondok Petir 02 Pardi Yasin mengatakan, penilaian yang dilakukan tim asesor terdapat enam komponen, di antaranya, tentang penggunaan dana BOS, keagamaan, kewirausahaan, pembuatan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), penghijauan, apotek hidup, perpustakaan, termasuk wawancara dengan pihak warga sekitar sekolah.

“Enam komponen tersebut masih banyak cabang-cabang yang dibukukan dalam administrasi, dan oleh tim asesor dilakukan penilaian, termasuk juga kinerja kepala sekolah dan guru ikut dinilai,” ujar Yasin didampingi Marfuah selaku guru SDN setempat. 

Sementara itu, Rohmat selaku Kepala SDN Serua 03 mengatakan, visitasi tim asesor dari Dinas Pendidikan Kota Depok yang melakukan kunjungan ke sekolah tidak hanya sekadar melihat administrasi sekolah, tetapi melihat secara langsung kondisi sekolah yang sudah dipresentasikan kepala sekolah beberapa waktu lalu di dinas.

“Jadi, apa yang disampaikan kepala sekolah dalam prsentasikan harus sesuai dengan fakta lapangan,” tandasnya.

Selain itu, ditambahkannya, tim asesor tidak hanya melihat administrasi sekolah, termasuk juga mewawancari siswa, termasuk orang tua murid terkait keberadaan sekolah tersebut. “Jadi, dalam visitasi ini ada penilaian yang tidak dibuktikan dengan administrasi, seperti menanyakan langsung keberadaan sekolah kepada orang tua siswa, termasuk juga murid,” ulasnya.

Komentar