KIMDEPOK - Pesan berantai yang mengatakan bahwa Kartu Askes (Asuransi Kesehatan) tidak berlaku dan harus diganti dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dipastikan hoax atau berita bohong. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPJS Kesehatan Kota Depok Maya Febrianti ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Ia menuturkan, pihak BPJS Kesehatan tidak pernah mengeluarkan informasi tersebut mengenai batas waktu berlakunya Kartu Askes maupun Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). Apalagi diteruskan melalui pesan singkat, baik melalui WhatsApp maupun media sosial lainnya.
“Kami tegaskan sekali lagi bahwa kabar itu adalah kabar hoax dan kami tidak pernah mengeluarkan pesan berantai tersebut,” tuturnya.
Maya menjelaskan, untuk masyarakat yang ingin beralih ke KIS, baik itu dari Kartu Askes maupun Jamkesmas bisa melakukan pergantian secara pribadi maupun kolektif dan gratis tanpa dipungut biaya.
Untuk persyaratan sendiri, lanjutnya, cukup membawa KTP, KK, dan kartu lama asli untuk kategori umum. Untuk masyarakat yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pensiunan ditambah dengan slip gaji yang bertujuan untuk update data terbaru.
“Untuk Jamkesmas sendiri memang sudah terintegrasi sejak lama ke Jamkesda. Untuk yang mau beralih ke KIS cukup memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan,” ungkapnya.
Maya juga menegaskan bahwa semua fasilitas kesehatan, baik Jamkesda, Askes, maupun KIS bisa dipergunakan untuk mengakses pelayanan kesehatan selama status kepesertaan aktif. Untuk itu, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk senantiasa tertib dalam membayar iuran.
“Ini semua agar di tahun 2019 nanti seluruh rakyat Indonesia dapat tercover kesehatannya,” tutup Ma

Komentar
Posting Komentar