KIMDEPOK - Karang Taruna Kecamatan
Cilodong mengembangkan budidaya jangkrik, melibatkan 50 anggota yang tergabung
dalam komunitas jangkrik.
Budidaya serangga hewan
omnivora ini dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh jangkrik/
cengkerik jantan. Hasil budidaya tersebut diharapkan mampu menjadikan Cilodong
sebagai sentra budiaya jangkrik
Menurut Sekretaris Karang Taruna (Katar) Kecamatan Cilodong Robi, budidaya jangkrik
tersebut merupakan salah satu program Rencana Kerja (Renja) Kecamatan Cilodong
yang diajukan di tahun 2016. Salah satu programnya yang diakomodir adalah
budidaya jangkrik.
“Budidaya jangkrik dipilih karena saat ini
jangkrik memiliki potensi pasar yang bagus, dan perawatannya pun mudah,”
ujarnya Sabtu (04/11).
Untuk meningkatkan kemampuan para anggota komunitas
jangkrik dalam mengelola usahanya, diungkapkannya, pihaknya
mendapat dukungan dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok melalui
pemberian seminar motivasi. Seminar tersebut bermanfaat dalam meningkatkan
semangat dan pengetahuan para petani jangkrik dalam membudidayakan serangga ini.
“Jadi, para
anggota komunitas jangkrik ini mendapatkan seminar motivasi tentang
entrepreneur dari DKUM, agar semakin menambah pengetahuan mereka bahwa banyak peluang
usaha yang bisa dimanfaatkan bila kita mau,” ujarnya.
Budidaya jangkrik tersebut, ditambahkannya, sudah
mulai berjalan dan tersebar di 4 kelurahan yang ada di Kecamatan Cilodong.
“Kita berharap ini bisa terus mendapat dukungan dari perangkat
daerah terkait, sehingga upaya menjadikan Kecamatan
Cilodong sebagai sentra budidaya jangkrik dapat terealisasi,” imbuhnya.
Komentar
Posting Komentar