Dinkes Temukan 33 Kasus Baru Penyakit Kusta



KIMDEPOK - Dalam periode Januari-Juni 2017, Dinas Kesehatan Kota Depok menemukan 33 kasus penderita kusta (lepra) baru yang tersebar di 11 kecamatan. Dari 33 kasus terbaru, sebanyak 31 penderita merupakan orang dewasa dan sisanya anak-anak.
“Pada 2015, jumlah penderita kusta mencapai 57 orang. Sedangkan di tahun 2016 jumlahnya meningkat menjadi 97 kasus yang kami temukan di 11 kecamatan Kota Depok. Tahun ini bertambah 33 kasus, namun belum terdata sampai akhir tahun apakan nanti ada penambahan atau tidak,” ungkap Kepala Bidang  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Depok, Rani Martina, kemarin.
Rani menjelaskan, penyakit kusta atau lepra bukanlah penyakit keturunan, guna-guna dukun, atau penyakit kutukan. Berdasarkan medis, kusta ini disebabkan karena bakteri mycobaterium leprae.
“Bakteri ini menyerang saraf tepi kulit dan organ tubuh kita,” jelasnya.
Lebih lanjut diutarakannya, penyakit kusta ini bisa menular ke orang lain dengan kontak secara langsung dari penderita kusta yang belum berobat melalui pernafasan atau kontak kulit yang erat dan lama.
“Dalam hal ini pencegahan penularan penyakit kusta dapat dilakukan dengan cara penderita kusta segera diobati agar tisak menularkan ke yang lain. Sedangkan untuk menghindarinya harus meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat,” tuturnya.
Perulaku hidup bersih dan sehat, katanya lagi, diimplementasikan dengan melakukan cuci tangan mengunakan sabun, meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara makan gizi seimbang, olahraga teratur, tidak merokok, dan penderita berobat teratur sampai sembuh.
Sementara, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinas Kesehatan Kota Depok, Yuliandi mengatakan,  gejala yang akan muncul akibat tertularnya kusta diantaranya munculnya bercak ditubuh mirip panu hingga mati rasa.
“Apabila penderita kusta tidak segera ditangani dan sudah dalam tahap lanjut, mereka biasanya akan mengalami madarosis, yakni alis mata dan bulu mata rontok dan hidung membengkak seperti hidung pelana dan hingga cacat progresif,” papanya.
Satu-satunya jalan menjaga daya tahan tubuh dan lingkungan bersih bisa menekan penularan. Dan pada penderita yang positif kusta jangan didiskriminasi, tapi harusnya segera diobati agar tidak menyebarkan bakteri kusta.

Komentar