KIMDEPOK - Pemerintah Kota Depok melalui Dinkes Kota Depok (Dinas Kesehatan) menggelar bimbingan teknis (bimtek) dasar Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), kemarin. Pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha industri rumah tangga pangan (IRTP).
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kota Depok, Hidayat menjelaskan, penerapan HACCP penting dilakukan para pelaku usaha agar produk yang dihasilkan dapat aman dan bermutu saat dikonsumsi. Tentunya dengan serangkaian prosedur yang sudah ditetapkan.
“HACCP ini fokus untuk proses pengolahan makanan dari hulu ke hilir agar pangan yang dihasilkan berkualitas,” tuturnya, kemarin.
Dikatakannya, prosedur yang baik dalam pengolahan makanan meliputi pemilihan bahan baku yang baik dan benar, suhu masak yang digunakan sesuai dengan titik didih, proses sterilisasi, serta kebersihan makanan.
Selain itu, kadar air yang digunakan juga penting untuk diperhatikan sesuai dengan jenis makanannya agar keawetan pangan dapat terjaga. Tidak hanya itu, pengemasan makanan juga harus melalui proses sanitasi.
Diharapkan dengan bintek yang diberikan, pelaku usaha dapat menerapkan prosedur yang sesuai dengan ketetapan, sehingga kualitas pangan dapat terjaga.
“Semoga seluruh pelaku IRTP di Kota Depok dapat menjamin keamanan pangan yang dihasilkan agar masyarakat tidak khawatir saat mengonsumsinya,” kata Hidayat.
Sementara itu, Linda, salah satu pelaku usaha mikro yang hadir dalam acara tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya bimbingan teknis dasar terkait Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP). Pasalnya, bintek yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok tersebut dapat memberikan pemahaman lebih dalam membuat produk olahan rumah tangga.
“Kegiatan ini sangat membantu para UKM dalam pengolahan untuk lebih memahami, baik dari proses bahan baku, pengolahan, maupun pengemasannya,” tuturnya.
Menurutnya, melalui kegiatan ini pemahaman akan bahaya makanan, kandungan makanan, serta penggunaan alat untuk memproduksi makanan dapat lebih diperhatikan. Dengan begitu nantinya pelaku UKM dapat meningkatkan penjualan karena konsumen merasa aman dengan produk yang dihasilkan.
Tanti menambahkan, pelaku UKM yang terlibat tidak hanya diberikan materi pemahaman terkait analisis bahaya dan pengendalian titik kritis saja, seluruhnya diajak untuk melihat langsung proses pembuatan produk. Tentunya produk yang dihasilkan tersebut menggunakan alat yang baik dan tidak berbahaya jika dikonsumsi.
“Kami semua juga diajak berkunjung ke beberapa pabrik dan pengusaha makanan, ini dapat menjadi acuan dan evaluasi kami dalam menerapkan proses pengolahan produk yang aman, bermutu, dan bergizi,” tutup pelaku usaha olahan minuman tersebut

Komentar
Posting Komentar