KIMDEPOK - Dalam upaya mencegah terjadinya banjir, aparatur Kecamatan Bojongsari
mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Sebaliknya, sampah dikelola secara baik sesuai jenisnya. Untuk organik
dijadikan pupuk penyubur tanaman, sedangkan yang non organik dikumpulkan
melalui bank sampah karena memiliki nilai jual.
“Jika masyarakat peduli tidak membuang sampah sembarangan, maka lingkungan
tidak kumuh dan banjir bisa dicegah. Sebab, pangkal banjir akibat adanya sampah
yang menutup saluran air,” kata Camat Bojongsari Usman Haliyana, kemarin.
Jika masyarakat sudah peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang
sampah secara sembarangan, dirinya meyakini permukiman tidak terjadi banjir
saat hujan. Tidak hanya itu, tempat tinggal akan terbebas dari ceceran sampah.
Langkah yang dilakukan warga menjadikan lingkungan bebas banjir, dan tidak
kumuh dengan melakukan pemilahan sampah sesuai jenisnya, sehingga sampah
tersebut menjadi barang yang manfaat.
“Kalo sampah dikelola secara baik maka akan memiliki nilai secara ekonomis,
seperti sampah organik berupa air mineral jika dikumpulkan di bank sampah
menjadi uang. Ini harus menjadi perhatian semua elemen masyarakat, termasuk
juga aparatur pemerintah di wilayah kerjanya,” ujar Usman.
Terlebih, lanjut dia, beberapa bulan
lalu Depok telah meraih Piala Adipura sebagai kota bersih, dan penghargaan itu
seharusnya dipertahankan semua elemen masyarakat yang ada sehingga pada tahun
berikutnya penghargaan tersebut bisa diraih kembali.
“Memang, mempertahankan prestasi itu lebih sulit ketimbang meraihnya. Tapi
jika masyarakat konsisten ikut berpartisipasi menjaga lingkungan bersih, maka
prestasi sebagai kota bersih akan terus melekat untuk kota ini,” tuturnya.
Sebagai bentuk perhatian pemerintah Kecamatan Bojongsari kepada
masyararakat, pihak kecamatan setempat
gencar melakukan sosialisasi pemilahan sampah kepada masyarakat.
Komentar
Posting Komentar