Seleksi Panwaslu, Pradi : Timsel Harus Transparan



KIMDEPOK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tingkat provinsi Jawa Barat melalui Tim Seleksi (Timsel) harus selektif dalam menjaring calon anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang benar-benar dipercaya oleh publik. Ini dikarenakan beratnya tantangan pemilu kedepan.
“Lembaga penyelenggara pemilu harus digawangi oleh orang-orang yang ideal, jangan asal saja,” tutur Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna, (11/07).
Karenanya, Timsel bentukan Bawaslu Jabar harus benar-benar memilih orang yang berintegritas, berkualitas, dan intelektual. Semua persyaratan harus dipenuhi, seperti syarat pendidikan yang minimal S-1 harus dipenuhi oleh seluruh peserta.
“Aturan harus dipenuhi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Jangan dipaksakan,” katanya.
Ini dikarenakan, sambungnya, nanti output yang dihasilkan harus jelas, transparan, terbuka dan comfortable. Dirinya akan melakukan protes apabila di kemudian hari ada salah satu peserta yang dipaksakan syarat administrasi maupun lainnya.
“Kalau memang dilanggar, saya akan melakukan protes. Pasti itu,” jelas Pradi.
Ia juga menegaskan, jangan sampai nanti adanya peserta titipan. Karena ini menyangkut kepentingan bersama terutama dalam hal transparasi politik. Semua harus netral dan fair serta terbuka tanpa ada titip menitip.
“Hari gini masih ada titipan, sudah ga zaman bro,” tandas politisi Gerindra tersebut.

Komentar