KIMDEPOK - Sampah merupakan masalah yang seolah tak pernah terselesaikan hingga saat ini. Produksi sampah yang semakin meningkat diiringi dengan kurangnya kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempatnya membuat seolah sampah menjadi masalah yang rumit. Karena dasar tersebut, warga RT 02/09, Pasir Gunung Selatan (PGS), membuat Bank Sampah Cendrawasih dengan tujuan untuk memanfaatkan sampah menjadi bernilai ekonomis.
Kader Bank Sampah Cendrawasih Lia mengungkapkan, bank sampah tersebut didirikan untuk membina kesadaran masyarakat dalam memulai memilah sampah untuk di daur ulang sehingga bernilai ekonomis. Bank Sampah Cendrawasih bermoto “Ceria, Elok, Dinamis, Rapih, Asri,dan Harmonis”. Hingga kini, Bank Sampah Cendrawasih sudah memiliki 89 nasabah.
"Setahun sudah berjalannya bank sampah ini. Walaupun masih seumur jagung, keberadaan bank sampah ini sudah bisa memberikan dampak yang cukup baik bagi warga khususnya di lingkungan RT 02/09," tuturnya, Rabu (19/07).
Bank sampah tersebut, sambungnya, beroperasi setiap hari Rabu dari pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. Dimana sampah nasabah ditimbang dan dikumpulkan untuk kemudian dipilah oleh kader untuk disetorkan ke tempat pengumpulan sampah atau tempat pembuatan kerajinan dari sampah. Bank sampah tersebut juga melakukan kegiatan 5M yaitu mengurangi sampah, memilah sampah, memanfaatkan sampah, mendaur ulang sampah, dan menabung sampah.
"Tidak hanya mengurangi sampah, warga pun mendapatkan penghasilan tambahan dari tabungan sampah yang dikumpulkan. Dulu buang sampah bayar, sekarang buang sampah dibayar. Lumayanlah buat nambah keperluan dapur," katanya.
Lia juga menyebut, adanya bank sampah ini juga merupakan dukungan untuk program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk menuju Depok Zero Waste City atau Depok Bebas Sampah. Karena tanpa adanya dukungan dari masyarakat, maka program Depok Bebas Sampah tidak akan terwujud.
'Semoga nasabah kita terus bertambah dan cita-cita Depok Bebas Sampah kedepan akan terwujud," tutupnya penuh harap.

Komentar
Posting Komentar