KIMDEPOK - Keren, itulah kata yang bisa diungkapkan untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok. Pasalnya, Dinas PUPR Kota Depok mengaku selalu cepat dan tanggap dalam merespon aduan dan keluhan dari masyarakat terkait jalan rusak maupun berlubang. Seperti di bulan April, dari 50 laporan jalan yang berlubang, 80 persen diantaranya berhasil ditangani oleh Satgas DPUPR. Sementara itu, sisa dari laporan tersebut rencananya akan diperbaiki bila kondisi cuaca mendukung.
Kepala Dinas PUPR Kota Depok, Manto memaparkan, jalan yang sudah diperbaiki itu berdasarkan aduan dan keluhan yang masuk dari masyarakat. Untuk penanganannya sendiri, ada sifatnya sementara juga ada yang bersifat jangka panjang maupun dikerjakan hingga tuntas. Untuk itu, pihaknya bisa dikatakan sigap dan tanggap dalam merespon keluhan dari masyarakat terkait perbaikan jalan yang merupakan tupoksi dari Dinas PUPR itu sendiri.
"Ada saja setiap harinya laporan dari warga yang masuk ke kami mengenai jalan yang dinilai membutuhkan perbaikan. Kami pun merespon dengan cepat dan 80 persen sudah berhasil kita tangani sisanya akan segera kita selesaikan," tuturnya.
Manto menjelaskan, beberapa jalan berlubang, rusak maupun juga penanganan drainase yang telah dikerjakan antara lain Jalan Bandung Cinere, Kemakmuran, Margonda, genangan di Griya Depok Asri, Situ Cilodong, Taman Duta, Situ Rawa Kalong dan masih banyak lagi. Ia juga menyebutkan bahwasanya pihaknya juga memiliki Satgas Sumber Daya Air (SDA) lapangan sebanyak 110 untuk sebelas kecamatan dan Satgas Bidang Pemeliharaan jalan dan jembatan 90 orang, namun petugas lapangan hanya 79 orang, sisanya petugas administrasi.
"Ya kita memiliki personel yang cepat dan sigap serta tangguh. Serta senantiasa selalu tanggap untuk turun ke lapangan bilamana ada laporan warga yang masuk," ungkapnya.
Meskipun Dinas PUPR Kota Depok tanggap dalam menangani aduan serta keluhan warga, Manto meminta kepada masyarakat juga ikut berpartisipasi dalam menjaga serta melestarikan lingkungan. Salah satunya adalah tidak membuang sampah sembarangan yang menyebabkan terhambatnya drainase sehingga menimbulkan air yang tergenang atau banjir.
"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga lingkungan, jangan hanya membebankan kepada pemerintah saja. Sebab, tanpa adanya kesadaran dari masyarakat maka lingkungan yang nyaman pun tidak akan terwujud," tutupnya.

Komentar
Posting Komentar